Sebaliknya yang pantas adalah manusia tunduk pada aturan yang datang dari Allah swt. Dalam al-Quran surah al-Baqarah ayat 21 Allah swt berfirman, yang maksudnya: โHai manusia sembahlah (beribadahlah) kepada Tuhan yang menjadikan kamu dan orang-orang sebelum kamu, mudah-mudahan kamu orang-orang yang bertaqwaโ.
Dalam Al-Qurโan ada ayat yang menyatakan ittaqullaha haqqa tuqatihi bertakwalah kepada Allah sebenar-benarnya taqwa. Sahabat nabi Ibnu Masโud memahami ini bahwa bertakwa sebenar-benarnya taqwa sulit bahkan mustahil dilakukan. Karena itu berarti tidak pernah akan durhaka, tidak pernah akan melupakan Allah, tidak pernah akan tidak mensyukuri
ููุงุชูููููุง ุงูููููู ุงูููุฐูู ุฅููููููู ุชูุญูุดูุฑูููู. โโฆ. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu akan dikumpulkan (kembali).โ (al Mรข-idah/5: 96) maka maksudnya ialah takutlah kepada kemurkaan dan kemarahan-Nya karena itu adalah hal paling besar yang harus ditakuti.
Para sahabat menjawab, โMau, wahai Rasulullah.โ. Beliau lalu bersabda, โ (Dosa terbesar adalah) mempersekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orang tua.โ. Beliau mengucapkan hal itu sambil duduk bertelekan pada tangannya. (Tiba-tiba beliau menegakkan duduknya dan berkata), โDan juga ucapan (sumpah) palsu.โ. Beliau mengulang-ulang
Jadi Islam di sini adalah agama risalah yang dikembangkan oleh Rasulullah Saw dan agama Islam adalah agama dakwah artinya agama yang di dalamnya terdapat kewajiban untuk menyebarluaskan kebenaran dalam mengatur segala aspek kehidupan orang mukmin. Dakwah Islam memihak kepada kebenaran; al-haq, maโruf, karena sesuai dengan fitrah manusia.
r16YTVy.
pidato kemuliaan orang yang bertaqwa