Janganragu tuk segera join nanti kami bimbing sampai bisa..
Takhir Plonthangâ menggambarkan manusia yang merupakan makhluk yang mempunya sifat dan kodrat âplonthangâ atau warna-warni. Warna-warni sifat manusia dalam filsafat Jawa digambarkan oleh adanya empat sifat, yaitu: (1) Kebaikan (Mutmainah), (2) Nafsu Seksual (Supiah), (3) Sifat Serakah (Aluamah), dan (4) Angkara Murka (Amarah).
dirimanusia yaitu: amarah, aluamah, supiah, dan mutmainah. Carl Gustav Jung (Buntje Harbunangin, 2016:90) melukis, menulis novel atau puisi, membuat komposisi musik atau menyanyi, menari, memahat adalah kegiatan perilaku berkesenian. Sunarto (2016:89) mengemukakan, kepulauan yang terdiri dari ribuan pulau
NyekelMacan Amarah Nunggang Banteng Supiah Nyupir Kapal Aluamah Ngeli minggir kali Mutmainah Biyung sira ingkang dadi tirakat sejati, Teteg ajeg
a Aluamah : sebagai sifat atau nafsu angkara murka. b. Amarah : sebagai sifat atau nafsu lekas marah; c. Supiah : sebagai sifat atau nafsu birahu; d. Mutmainah : sebagai sifat kemurnian atau kejujuran; e. Mulhimah : sebagai pusat
3StoKB6. DARAH = MERAH, KUNING, PUTIH dan HITAM Manusia adalah lambang dari alam yang kecil mikrokosmos dan alam semesta sebagai lambang alam yang besar makrokosmos.Keempat anasir itu adalah1. Warna / Darah Merah sebagai lambang semangat manusia juga amarahnya manusia2. Warna / Darah Kuning sebagai lambang karunia, harta benda dan kejayaan Warna / Darah Putih sebagai lambang kemuliaan, kejujuran, kefitrahan Warna / Darah Hitam sebagai lambang kesabaran, kekuatan, keabadian di alam semesta ada empat unsur yaitu merah sebagai lambang api, kuning sebagai lambang angin, putih sebagai lambang air dan hitam sebagai lambang tanah/ unsur diatas bisa menjadi baik dan bisa menjadi buruk tergantung perilaku manusia itu sendiri. Segala nafsu dalam ajaran islam dikenal dengan istilah empat nafsu yaitu aluamah, supiyah, amarah, nafsu tersebut bisa melalui panca indra kita, dan kekompakan dari keempat nafsu tersebut menghasilkan konsentrasi menjadi manusia yang Menyatunya 4 Unsur Warna Darah, kita akan dapat lebih mendekati kesempurnaan Ya Robbal ' ALUAMAH, SUPIYAH, AMARAH dan MUTMAINAHSetiap manusia sebagai pemimpin dan harus mampu memimpin diri, harusmampu mengendalikan empat sahabat hidupnya antara lainNafsu Aluamah sebagai perwujudan sahabat hidup manusia yang selalu menginginkan dan mengajak manusia kearah berani membunuh dan kejam apabila diganggu oleh orang lain disimbolkan warna hitam sebagai perwujudanya kulit. Selemah apapun manusia di dalam dirinya terdapat sifat kejam/pembunuh dan ingin berontak maka jangan anggap orang lemah itu tidak punya keberanian untuk membunuh. Ada pepatah cacing saja diinjak melawan, apalagi ilmiah sifat Aluamah itu menjadi pertanda bahwa setiap manusia hidup membutuhkan tanah sebagai salah satu sumber kehidupan dengan kata lain manusia tidak makan zat tanah akan mati , maka dapat di pastikan di dalam tubuh tiap manusia mengandung dzat Supiyah sebagai perwujudan sahabat hidup manusia yang selalu menginginkan dan mengajak manusia kearah pemujaan terhadap kemegahan dan kemewahan harta dan benda duniawi saja. Disimbolkan warna kuning sebagai perwujudannya air kuning. Jadi seorang alim apapun di dalam dirinya ada keinginan untuk kesenangan duniawi/kaya walaupun % saja. Oleh karena itu jangan munafik dengan harta ilmiah sifat Supiyah itu menjadi pertanda bahwa setiap manusia hidup membutuhkan Angin/udara 02 sebagai salah satu sumber kehidupan, dengan kata lain manusia tidak menghirup udara akan mati. Dapat dipastikan di dalam tubuh tiap manusia mengandung udara Amarah sebagai perwujudan sahabat hidup manusia yang selalu menginginkan dan mengajak manusia kearah politik, kecerdasan yang cenderung sombong pemarah, merasa pandai yang tidak mau dilampaui orang lain, di simbolkan warna merah sebagai perwujudannya darah merah. Jadi sesabar apapun manusia di dalam dirinya terdapat sifat amarah apabila di ganggu orang lain teramat sangat, ia akan marah dan jika tidak dapat dibendung ilmiah sifat Amarah itu menjadi pertanda bahwa setiap manusia hidup membutuhkan api sebagai salah satu sumber kehidupan, dengan kata lain manusia tidak mendapatkan api/panas berakibat tubuh akan mati, maka dapat di pastikan di dalam tubuh tiap manusia mengandung api/suhu Mutmainah sebagai perwujudan sahabat hidup manusia yang selalu menginginkan dan mengajak manusia mengutamakan nafsu ibadah kepada tuhan yang Maha Esa, di simbolkan warna putih sebagai perwujudannya darah putih. Jadi sejahat apapun manusia di dalam dirinya ada keinginan untuk berbuat baik dan prinsipnya tidak ada orang jahat itu 100 % ilmiah sifat Mutmainah itu menjadi pertanda bahwa setiap manusia hidup membutuhkan air sebagai salah satu sumber kehidupan, dengan kata lain manusia tidak minum akan mati maka dapat dipastikan di dalam tubuh tiap manusia mengandung ilmu geologi bumi ini salah satu faktor yang harus ada adalah kesempurnaan hidup manusia maka Allah Swt meniupkan Roh ke dalam jasad manusia yang tugasnya sebagai pengendali pengatur dan pengarah tubuh manusia ke jalan yang dikehendaki Allah, dan manusia diberi keleluasaan untuk menggunakan ke empat Sifat tersebut di atas agar mampu bertahan dan tetap hidup sebagai Insan karena itu apabila manusia tidak mampu mengendalikan ke empat sabahat hidupnya tersebut, maka manusia akan terombang-ambing ke dalam jurang kehancuran. Tetapi sebaliknya apabila manusia mampu mengendalikan, mengatur, menguasai ke empat sifat sahabatnya hidupnya dengan baik dan benar maka manusia tersebut akan mencapai kejayaan, kebahagiaan, kemakmuran dan kesempurnaan moralitas dalam hidupnya dan akan menjadi insan kamil yang sempurna dan mulia di sisi Allah sang Maha pencipta alam semesta dan yang perlu diketahui bersama bahwa dalam konsepsi kepemimpinan sedulur papat limo pancer tidak ada jabatan wakil ketua /wakil Roh yang ada Roh sebagai pemimpin dan pengendali keadaan di dampingi oleh aluamah napsu membunuh/tanah, supiyah napsu duniawi/angin, amarah napsu marah/api dan sifat Mutmainah nafsu Ibadah/air.
Ke empat yang disebut dalam judul posting ini adalah unsur-unsur lahiriah yang membentuk kejadian manusia Adam. Ke empat unsur itu adalah Tanah lambang dari Nafsu Muthmainah, Angin lambang dari Nafsu Lawwamah, Api lambang dari Nafsu Amarah, Air lambang dari Nafsu Sufiyah.Konsep pelajaran tentang empat unsur pembentuk kejadian Manusia ini, dalam Islam pun sebetulnya setiap hari sudah dipraktekkan secara ritual lahiriah setiap Muslim pada saat ia sedang Shalat maaf kalau aku meminjam dari konsep Islam.Cobalah perhatikan apabila seorang Muslim sedang melalukan Ritual akan melakukan upacara gerak lahiriah yang terdiri dari empat adegandan dilakukan secara periodik yang di dalam Islam disebut Raka'at. Satu raka'atselalu dilakukan empat model Sikap-Sikap Tubuh yang kalau disimak lagi miripdengan keadaan huruf Arab, contohnya 1. Amarah = Alif = Tubuh Yang Berdiri,2. Lawamah/Aluwamah= Lam = Tubuh Yang Ruku,3. Sufiyah/Supiyah = Mim = Tubuh Yang Sujud,4. Muthmainah = Dal = Tubuh Yang Duduk/ untuk mudahnya cobalah kita simak adegan shalat dalam Islam - Saat Berdiri = Alif Ajarannya ".... Jagalah Dirimu dari Yang Berdiri di dalam dirimu. Apakah Yang Berdiri di dalam diri kita? Nafsu Amarah yang dilambangkan seperti simak Api, unsur yang satu ini selalu inginnya mengarah Ke atas tidak pernah mau ke bawah. Biar pun seorang Tukang Las mengarahkan ujung alat Lasnya ke bawah, pastilah ujungnya akan mengarah ke dan pelajaran apa yang dapat kita petik di sini? Yakni bahwa di dalam diri kita ada nafsu Amarah yang sifat dasarnya selalu ingin "ke atas" saja. Tentu saja sifat ini ada positif dan negatifnya. Positifnya ia tidak pernah mau tunduk kepada siapa pun termasuk Iblis, ia hanya tunduk kepada Allah Yang Maha Kuasa. Negatifnya ia menjadi sombong, merasa paling kuasa,merasa paling hebat, di dalam segala hal. Cabang nafsu ini adalah ia pemarah, pembenci, tidak suka mendapat saingan dari mana pun datangnya. Nah ... jagalah diri kita dari perasaan dan sifat negatif dari nafsu Amarah. Arahnya lebih kepada sifat INGIN KUASA/ Saat Ruku' = Lam Ajarannya " .... Jagalah Dirimu dari Yang Ruku/Yang Datar di dalam Yang Ruku/Datar di dalam diri kita? Nafsu Lawamah/Aluawah yang dilambangkan seperti Angin. Cobalah simak Angin, unsur yang satu ini selalu ingin nya mengarah ke segala arah, tidak pernah bisa diam, karena memang Angin itu kebalikannya Tanah, he-he-he. Mirip Api kebalikannya Air bukan!? Angin yang jalannya mendatar itu kalau dihadang oleh sesuatu benda, maka ia akan berbelok, baik melalui kiri-kanan atau atas-bawah benda itu. Gayanya Ia selalu ingin mengisi seluruh ruangan. Kalau bisa seluruh ruangan itu isinya dia ini dalam diri kita tampil pada sifat Serakah/Rakus, terutama kalau dalam ketubuhan kita adalah nafsu lapar inginnya makan melulu. Kalau di luar ketubuhan kita adalah nafsu ingin menguasai ada pula sifat positifnya ia RAJIN selalu ada di Saat Sujud = Mim Ajarannya "..... Jagalah Dirimu dari Yang Tunduk di dalam Yang Tunduk di dalam diri kita? Nafsu Sufiah/Supiyah yang dilambangkan seperti Air. cobalah simak Air, unsur yang satu ini selalu inginnya mengarah ke bawah kebalikan dari Api. Ia selalu mengalah saja, dilandasi oleh sifat Kasih Sayang yang dominan dalam dirinya. Positifnya sifat mengalah ini adalah MENGALAH, namun negatifnya adalah pengumbaran rasa Kasih Sayang yang salah arah, sehingga mengumbar nafsu birahinya sampai di luar batas. "Jajan ke mana-mana, padahal sudah punya istri". Ajarannya adalah pengendalian terhadap nafsu BIRAHI kita, harus kita kendalikan sekuat mungkin, baik terhadap istri kita sendiri, tubuh kita sendiri tidak onani, apalagi kalau diumbar kepada orang lain, walau pun sama-sama suka. Larangan Allah dalam Islam sesungguhnya lebih berat dari yang dibolehkan, yakni Jangan Dekati Zina, bukan saja Jangan Saat Duduk = Dal maafkan kalau huruf Dal dilatinkan jadi salah penulisannya!. Ajarannya "..... Jagalah Dirimu dari Yang Duduk/Yang Diam di dalam Yang Diam di dalam diri kita? Nafsu Muthmainah yang dilambangkan seperti Tanah. Cobalah simak Tanah, unsur yang satu ini selalu inginnya DIAM/sabar. Kelewat sabar sampai dikerjain seperti apapun ia tetap bisa SABAR/Diam saja. Coba simak Tanah, sudah dipacul, diinjak-injak tetap diam saja, selalu NERIMO,Tenaga Sabar dan Pasrahnya bukan main hebatnya, sehingga nafsu ini disebut dalam Al-Qur'an sebagai Nafsu Yang Tenang/Jiwa Yang Tenang, padahal harusnya tenang kalau sudah Kenal Allah. Kadang disebut sebagai Nafsu pemersatu, karena ialah yang dapat menyatukan semua nafsu di dalam diri kita, wallahu 'alam! Negatifnya apabila seseorang dikuasai oleh nafsu Muthmainah yang berlebihan adalah MALAS. Malas bekerja, Malas belajar, Malas Shalat dan malas yang lain-lain semua nafsu yang dilambangkan dengan empat unsur pembentuk kejadian Manusia ini,saling menolak dan membantu. Oleh sebab seorang Manusia dijadikan dari Tanah, Angin,Air dan Api, maka kita selalu akan membutuhkan ke empat unsur ini dalam hidup harus makan dari hasil Tanah, kita harus menghirup Udara dalam bernapas, kita amat perlu Air, kita amat perlu akan sinar matahari dan api untuk memasak ke empat nafsu ini pun saling menaklukkan satu dengan lainnya, maka karenainilah timbul konsep dalam Tasawuf Sang Ruh itu adalah Laki-Lakinya, sedang Jasad itu yang dikuasai oleh ke empat nafsu adalah Perempuannya. Esensinya adalah Ruh kita harus mampu menguasai-mengendalikan Nafsunya yang Empat yang diibaratkan 4 orang Manusia baik lelaki dan perempuan di dalam dirinya ada unsur RUH yg dilambangkan Pria/Laki-Laki yang memimpin Nafsu ada 4 yang dilambangkan Wanita/ di sini Sang Ruh harus adil artinya ia mampu memadukan menaklukkan keempatnafsu-nafsu di dalam dirinya. Jadi bukan dalam arti Lahiriah seorang Pria memimpin Wanita sehingga seorang istri harus tunduk bongko'an kepada suaminya. Itu penafsiran yang salah! Yang benar adalah SANG RUH ITU MEMIMPIN KE EMPAT NAFSUNYA DENGANADIL, sesuai dengan ayat dalam Al-Qur'an yang bunyinya sebagai berikut "... Kawinilah perempuan-perempuan yang kamu sukai, dua, tiga dan empat, tetapi kalaukamu kuatir tidak dapat berlaku adil, hendaklah satu saja, itu lebih dekat kepada kelurusan".Pengertian ayat di atas ini lebih sering dipakai oleh orang-orang yang mementingkan nafsu lahiriahnya di bidang berahi untuk membolehkan mengawini perempuan sebanyak empat orang bahkan ada yang sampai sembilan orang. Wong adil terhadap satu orang istri saja kita belum tentu mampu, sok kawin empat atau lebih perempuan, he-he-he sungguh menggelikan dan kelewat batas, kita sebagai manusia ini!
Uploaded byChusnadi 0% found this document useful 0 votes819 views1 pageDescriptionjatidiriCopyright© © All Rights ReservedAvailable FormatsDOCX, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?Is this content inappropriate?Report this Document0% found this document useful 0 votes819 views1 pageAluamah, Supiyah, Amarah Dan MutmainahUploaded byChusnadi DescriptionjatidiriFull descriptionJump to Page You are on page 1of 1Search inside document Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Imam Nakhai Minggu, 3 Mei 2020 - 0300 WIB Mushaf Al-Quran Al-Quran menyebut empat jenis nafsu yang berada dalam setiap jiwa manusia, yaitu nafsu ammarah, lawwamah, mulhamah, dan An-Nafsu al-Ammarah Qs. Yusuf 53 adalah nafsu atau ruh yang senantiasa mengajak ke dalam kejelekan, keburukan dan al-Lawwamah Qs. Al Qiyamah 2 adalah nafsu atau ruh yang senantiasa menyesali, meratapi dan menyadari atas perbuatan dosa yang al-Muthmainnah Qs. Al Fajr 28 adalah nafsu atau ruh yang tenang, tidak ada rasa takut dan khawatir atas kepastian janji Allah. Ialah ruh yang sampai pada tingkat kedamaian dan ketenangan. Ia senantiasa menerima atas kehendak Allah radhiyah, dan iapun direstui kehadiarannya kembali kepada Allah mardhiyyah.An-Nafsu Al-Mulhamah Qs. Asy Syams 8 adalah nafsu, ruh atau jiwa yang selalu berada dalam bimbingan dan bisiskan Allah. Seluruh gerak gerik, tingkah laku, dan kehendaknya berada dalam ilham, bimbingan dan kehendak melihat urutannya sebagaimana disebut dalam al-Quran, nafsu mulhamah berada di paling puncak diikuti nafsu muthmainnah, lawwamah dan paling rendah nafsu literatus Tasawwuf, nafsu mulhamah menjadi puncak capaian tertinggi seorang hamba melalui setiap ibadah ritual yang dilakukannya. Seorang yang mencapai tingkatan nafsu ini, maka seluruh hidupnya berada dalam kehendak dan firman atau ilham Allah. Tidak ada Kehendak individu di kehendak seorang adalah kehendak Allah, maka ia akan bertindak, bersikap, bertakhalluq seperti akhlak Allah. Ia akan menghormati, memberikan kehidupan kepada siapapun, ia memuliakan kemanusian, ia akan menerima keragaman sebagai sunnatullah, ia akan memberikan rasa aman kepada siapapun, ia akan berbagi kepada sesama, kasih sayangnya akan mengalahkan amarahnya, ia akan mengutamakan kepentingan umum hak Allah atas kepentingan dirinya, ia akan selalu menebar rasa aman dan keselamatan sepanjang hayatnya. Al-hasil, ia akan berakhlak seperti ahlak mencapai puncak pencarian hamba ini? Tentu saya tidak tahu, karena belum sampai kesana. Namun setidaknya, menurut informasi al-Quran, disamping ibadah lain, puasa adalah âsalah satu jalan pentingâ menuju kesana. Semua umat terdahulu pernah melalui jalan ini, untuk menuju pencapaian tertinggi kaum Sufi ini. Yaitu puncak kemanusian sekaligus keilahian adalah kehendak itu sendiri, dan kehendak itu tiada lain adalah kehendak Allah atau bahkan ia sendiri. Begitu ungkapan ungkapan kaum puasa mengantarkan kita kesana, sehingga kita tidak selalu hidup dalam ruang fikih yang sedikit-sedikit haram, sedikit-sedikit makruh, sedikit-sedikit mubah, sunnah, wajib, dan seterusnya. Mungkin karena pengetahuan yang sedikit-sedikit ini, agama menjadi kaku dan mengerikan. Wallahu Aâlam. *Situbondo, 3 Mei 2020KH Imam Nakhaâi, Dosen Fikih-Ushul Fikih di Maâhad Aly Salafiyah-Syafiâiyah Sukorejo, Situbondo.
ï»żHome Documents Aluamah, Supiyah, Amarah Dan Mutmainah Match case Limit results 1 per page ALUAMAH, SUPIYAH, AMARAH dan MUTMAINAH ALUAMAH, SUPIYAH, AMARAH dan MUTMAINAH makna dan kekuatan bathin %2C+AMARAH+dan+MUTMAINAH+makna+dan+kekuatan+bathin&hl=en- ID&gbv=2&spell=1&oq=ALUAMAH%2C+SUPIYAH %2C+AMARAH+dan+MUTMAINAH+makna+dan+kekuatan+bathin&gs_l=heirloom- Author chusnadi View 229 Download 17 Embed Size px DESCRIPTION jatidiri Text of Aluamah, Supiyah, Amarah Dan Mutmainah ALUAMAH, SUPIYAH, AMARAH dan MUTMAINAH ALUAMAH, SUPIYAH, AMARAH dan MUTMAINAH makna dan kekuatan bathin
aluamah amarah supiah mutmainah