2 Hikmah Perilaku Istiqomah Di antara hikmah perilaku istiqomah adalah sebagai berikut. a. Orang yang istiqomah akan dijauhkan oleh Allah Swt. dari rasa takut dan sedih sehingga dapat mengatasi rasa sedih yang menimpanya, tidak hanyut dibawa kesedihan dan tidak gentar dalam menghadapi kehidupan masa yang akan datang. Nah materi ceramah tentang ikhlas pun bisa kamu bawakan dalam kuliah tujuh menit kamu nanti. Tidak lupa sertakan hadis dan ayat yang relevan mengenai ikhlas yang bisa mendukung materi kamu ini. 9. Materi Kultum Tentang Orangtua akhirot.co. Allah SWT mengatakan bahwa restu-Nya tergantung restu orangtua. Ridho-Nya juga berdasarkan keridhoan Menyusunteks pidato tema agama yang baik dan benar. Bila kita akan menulis teks ceramah tentang Lailatul Qadar, berarti kita pun harus menukil ayat-ayat yang menerangkan tentang malam kemuliaan tersebut. Dalam Alquran, ada satu surah yang membahas khusus Lailatul Qadar, yaitu Al-Qadr dari ayat 1-5. Pertama : Berusaha tetap istiqomah PidatoTentang Membaca Bismillah. NaskahPidato merupakan web yang berisi kumpulan contoh-contoh teks pidato dan ceramah-ceramah yang ditulis menggunakan bahasa Indonesia, Inggris dan Jawa. Banyak pilihan pidato di antaranya pidato Lingkungan, Agama Islam, Pemuda, Pendidikan dll. Contoh pidato juga ditulis secara bervariasi dari pidato KoleksiCeramah Panjang Ust. Yusuf Mansur. FileSuka Daftar Kategori Selasa, 01 Januari 2013. 001 The Power Of Giving. 002 Kun Fayakun. 003 The Miracle. 004 Kita Bisa Berubah. 005 Keluarga Sakinah. 006 Sedekah Menolak Bala: Part 1, Part 2. P7ap6. Ilustrasi ibadah secara istiqomah. Foto PixabayBanyak dalil dalam Alquran dan hadits tentang istiqomah. Dalam Islam, istiqomah merupakan salah satu sikap terpuji yang harus dimiliki oleh setiap umat muslim. Selain dimiliki, sikap ini juga perlu diterapkan dalam kehidupan ada berbagai macam keutamaan yang akan didapat oleh seseorang apabila ia beristiqomah. Lantas, apa yang dimaksud dengan istiqomah? Apa saja dalil hadits tentang istiqomah?Artikel di bawah ini akan membahas secara lengkap mengenai arti istiqomah beserta dalil hadits, keutamaan, hingga cara menerapkannya dalam IstiqomahSecara etimologis, istiqomah berasal dari kata istaqoma-yastaqimu yang berarti tegak lurus. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia KBBI, istiqomah diartikan sebagai sikap teguh pendirian dan selalu terminologi akhlak, istiqomah adalah siap teguh dalam mempertahankan keimanan dan keislaman sekalipun berbagai macam tantangan dan godaan. Ada pun arti istiqomah menurut Imam Ibnu Rajab al-Hambali, dalam kitabnya yang bertajuk Jami’ul-Ulum wal-Hik, ia berkata“Istiqomah adalah meniti jalan yang lurus, yaitu agama yang lurus, dengan tanpa membelok ke kanan atau ke kiri. Dan istiqomah mencakup melakukan semua ketaatan yang lahir dan yang batin dan meninggalkan semua perkara yang dilarang. Maka wasiat ini mencakup seluruh ajaran agama.”Ilustrasi ibadah secara istiqomah. Foto UnsplashBerdasarkan penjelasan di atas, istiqomah adalah melakukan ketaatan sebagaimana diperintahkan dengan tanpa melewati batas, tanpa mengikuti hawa-nafsu, walaupun orang menganggapnya sebagai sikap berlebihan atau mengurangi. Allah SWT berfirmanفَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌArtinya “Maka istiqomahlah tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan juga orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha melihat apa yang kamu kerjakan.” QS. Hud 112.Allah SWT kembali berfirman dalam ayat-Nya yang lainفَلِذَٰلِكَ فَادْعُ ۖ وَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ ۖ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ ۖ وَقُلْ آمَنْتُ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنْ كِتَابٍ ۖ وَأُمِرْتُ لِأَعْدِلَ بَيْنَكُمُ ۖ اللَّهُ رَبُّنَا وَرَبُّكُمْ ۖ لَنَا أَعْمَالُنَا وَلَكُمْ أَعْمَالُكُمْ ۖ لَا حُجَّةَ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ ۖ اللَّهُ يَجْمَعُ بَيْنَنَا ۖ وَإِلَيْهِ الْمَصِيرُArtinya “Maka karena itu serulah mereka kepada agama ini dan istiqomahlah tetaplah dalam agama dan lanjutkanlah berdakwah sebagaimana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu katakanlah Aku beriman kepada semua kitab yang diturunkan Allâh dan aku diperintahkan supaya berlaku adil di antara kamu. Allah-lah tuhan kami dan tuhan kamu. Bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal kamu, tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allâh akan mengumpulkan antara kita dan kepada-Nyalah tempat kembali kita.” QS. Syura 15.Hadits tentang IstiqomahSelain ayat Alquran di atas, ada juga dalil hadits yang membahas tentang istiqomah. Berikut beberapa dalil hadits tentang istiqomah sebagaimana dihimpun dari buku Ilmu Tasawuf karya Dr. H. Imam KanafiDi dalam Musnad Imam Ahmad dari Anas bin Malik, dari Nabi SAW, beliau bersabda “Iman seorang hamba tidak akan istiqomah, sehingga hatinya istiqomah. Dan hati seorang hamba tidak akan istiqomah, sehingga lisannya istiqomah. Dan orang yang tetangganya tidak aman dari kejahatan-kejahatannya, tidak akan masuk surga.” HR. Ahmad.Disebutkan dalam hadis riwayat Imam Tirmidzi dari Abu Sa’id al-Khudri secara marfuu’ dan mauquf, ia berkata “Jika anak Adam memasuki pagi hari sesungguhnya semua anggota badannya berkata merendah kepada lisan Takwalah kepada Allah di dalam menjaga hak-hak kami, sesungguhnya kami ini tergantung kepadamu. Jika engkau istiqomah, maka kami juga istiqomah, jika engkau menyimpang dari jalan petunjuk, kami juga menyimpang.” HR Tirmidzi.Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu Majah dari Rasulullah, beliau berkata “Istiqomahlah dan kalian tidaklah akan mampu untuk istiqomah dalam semua ketaatan dengan sebenar-benar istiqomah.” HR. Ahmad dan Ibnu Majah.Dari Sufyan bin Abdullah ats-Tsaqafi, ia berkata “Wahai Rasulullah, katakan kepadaku di dalam Islam satu perkataan yang aku tidak akan bertanya kepada seorangpun setelah Anda! Rasulullah menjawab Katakanlah, aku beriman’, lalu beristiqomahlah.” HR. Muslim, Ahmad, Tirmidzi, dan Ibnu Majah.Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW bersabda “Istiqamahlah dan hendaklah engkau perbaiki akhlaqmu kepada manusia.” HR. Al Hakim dan Ibnu Hibban.Keutamaan IstiqomahDr. H. Imam Kanafi memberitahukan dalam buku Ilmu Tasawuf sebagai Penguatan Mental-Spiritual dan Akhlak, keutamaan istiqomah telah dijelaskan dalam surat Fushilat ayat 30-32, yakniDijauhkan oleh Allah dari rasa sedih dengan apa yang terjadi di masa rasa khawatir akan kehidupan di masa yang akan yang istiqomah juga diberikan perlindungan oleh Allah di juga berjanji akan memberikan surga tempat segala kenikmatan dan kebahagiaan kepada orang-orang yang beristiqomah di Istiqomah dalam KehidupanIlustrasi ibadah secara istiqomah. Foto PixabayAda pun beberapa cara menerapkan istiqomah dalam kehidupan sehari-hari, seperti dikutip dari buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMP/Mts Kelas VIII, yakni sebagai berikutSelalu menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi larangannya dalam bentuk apa salat tepat pada terus menerus hingga menaati aturan, baik di rumah, sekolah, maupun menjalankan kewajibannya dengan rasa senang dan nyaman, tidak merasa dipaksa atau Agar Bisa Bersikap IstiqomahTak sedikit umat Islam berharap memiliki sikap istiqomah dalam ibadah dan perbuatan baik yang dilakukannya. Namun, menerapkan istiqomah dalam ibadah dan perbuatan baik tidaklah semudah yang karena itu, Rasulullah SAW memberikan beberapa cara agar umatnya bisa selalu memiliki sikap istiqomah. Merujuk buku 40 Hadis Sikap Penuntut Ilmu karya Edi Mawardi, berikut beberapa cara agar bisa terus bersikap istiqomah ajaran Rasulullah SAW1. Berdoa kepada Allah SWTSetiap manusia pasti membutuhkan bantuan Allah SWT, termasuk agar senantiasa memiliki sikap istiqomah. Maka dari itu, Rasulullah SAW memberikan beberapa doa yang bisa dipanjatkan untuk diberikan sikap istiqomah oleh Allah SWT. Berikut bacaan doanya “Kala itu, Ali radhiyallahu anhu meminta kepada Rasulullah SAW untuk mengajarkannya sebuah doa, Rasulullah SAW kemudian bersabdaقُلْ اللَّهُمَّ اهْدِنِي وَسَدِّدْنِي»Ucapkanlah Allahummah dinii wa saddidnii Ya Allah berilah aku petunjuk dan jadikanlah aku benar dan lurus dalam seluruh perkaraku.‎وَاذْكُرْ بِالهُدَى هِدَايَتَكَ الطَّرِيقَ، وَالسَّدَادِ سَدَادَ السَّهْمِ‎Dan ingatlah petunjuk yang anda ucapkan dalam doamu adalah sebagaimana anda mendapatkan petunjuk ketika meniti jalan dan ingatlah kelurusan yang anda ucapkan dalam doamu adalah ibarat lurusnya anak panah.‎قُلْ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالسَّدَادَ‎Ucapkanlah Allahumma innii as`alukal hudaa was sadaad Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu petunjuk dan kebenaran/kelurusan.” HR. Muslim.2. Jadikan ibadah sebagai kebutuhanAgar dapat memiliki sikap istiqomah tentu umat muslim harus rajin dalam menjalankan ibadah dengan niat ikhlas karena Allah SWT. Apabila seseorang selalu menjalankan ibadah, maka ia akan merasa terbiasa beribadah. Jika meninggalkannya, ia pun akan merasa kekurangan karena ibadah telah menjadi Terus mengingat bahwa siksa Allah SWT itu nyataIngatlah bahwa setiap perbuatan yang dilakukan di dunia pasti akan ada balasannya kelak di akhirat. Jika mengingat hal tersebut, seseorang akan terus berusaha untuk berbuat baik dan Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata “Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda Bersikaplah yang lurus dan tetaplah dalam kebenaran. Dan ketahuilah, bahwasanya tidak ada seorang pun dari kalian yang selamat karena amal sahabat bertanya Termasuk engkau, wahai Rasulullah? Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda Termasuk aku, hanya saja Allah meliputi diriku dengan rahmat dan karunia Nya.”Apa hadits tentang istiqomah? Apa arti istiqomah dalam Islam?Pada surah apa dan ayat berapa terdapat perintah berperilaku istiqomah? Berikut ini adalah Khutbah Jumat dengan tema “Kenapa Harus Istiqomah Setelah Ramadhan?“ yang disampaikan oleh Ustadz Ahmad Zainuddin Al Banjary, Lc. Download file PDFnya di Khutbah Pertama – Kenapa Harus istiqomah Setelah Ramadhan?1. Batasnya adalah kematian2. istiqomah adalah perintah Allah3. Kita tidak tahu apakah amal kita diterima oleh Allah atau tidak4. Yang menjadi ukuran adalah akhirnyaKhutbah kedua – Kenapa Harus istiqomah Setelah Ramadhan?Video Kenapa Harus istiqomah Setelah Ramadhan? Wahai kaum muslimin.. Khatib mmewasiatkan agar senantiasa bertakwa kepada Allah. Sungguh hanya orang-orang yang yang mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya “Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah Subhanahu wa Ta’ala akan langsung memberikan kepadanya jalan keluar dan rezeki dari arah yang dia tidak sangka-sangka.” QS. Ath-Thalaq 2-3 Saudara-saudara kaum muslimin yang saya cintai karena Allah.. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa selalu merahmati kita di dunia dan di akhirat. Musim memperbanyak ketaatan yaitu bulan Ramadhan Mubarak telah lewat, akan tetapi mengerjakan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak pernah berhenti sampai ajal menjemput. Oleh karenanya khutbah pada kesempatan kali ini berkaitan dengan kenapa harus istiqomah setelah Ramadhan? Mengapa harus istiqomah setelah Ramadhan. 1. Batasnya adalah kematian Jawaban yang pertama, karena bagi seorang muslim tidak ada batas dalam beribadah untuk mengerjakan amal shalih, mengerjakan yang wajib, menjauhi yang dilarang, tidak ada batas untuk beribadah kepada Allah kecuali kematian. Sebagaimana yang dikatakan oleh seorang tabi’in terkenal, Al-Hasan bin Yasar Al-Bashri yang hidup di zaman kibarus shahabah, perah melihat Utsman bin Affan, belajar kepada Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu, wafat pada tahun 110 Hijriyah, seorang alim dari Ahlus Sunnah. Beliau mengatakan فإن الله لم يجعل لعمل المؤمن أجلاً دون الموت ،قال الله تعالى {وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ } “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala belum menjadikan untuk amal ibadah seorang mukmin batas sebelum dia meninggal Tidak ada batas/finish/terakhir dalam beramal ibadah bagi seorang muslim sebelum dia meninggal, hal ini sebagaimana disebutkan oleh Allah dalam surat Al-Hijr ayat 99 dan beribadahlah kepada Rabbmu sampai datang keyakinan yaitu kematian yang yakin” Oleh sebab inilah kita sering membaca ayat dalam surat Asy-Syarh, yaitu فَإِذَا فَرَغْتَ فَانصَبْ ﴿٧﴾ “Jika engkau telah selesai, maka berdirilah.” Lihat tafsiran para sahabat, para tabi’in, ketika menafsirkan ayat ini. Diantaranya Abdullah bin Masud Radhiyallahu Anhu mengatakan إذا فرغت من الفرائض فانصب في قيام الليل “Jika engkau telah selesai melaksanakan shalat-shalat wajib, maka jangan berhenti sampai disitu. Teruslah beribadah mengerjakan amalan-amalan sunnah dari shalat tahajud dan shalat witir.” Dan sangat ironis ketika seseorang di dalam bulan Ramadhan digembleng oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala selama sebulan untuk terbiasa shalat malam dengan mengerjakan shalat tarawih dan shalat witir tetapi ternyata malam pertama dia meninggalkan shalat malam adalah malam lebaran, malam takbiran, sudah lupa dengan qiyamul lail, sudah lupa dengan shalat witir walau hanya dengan satu rakaat. Abdullah bin Abbas Radhiyallahu Anhuma menafsiri ayat ini فإذا فرغت من الصلاة فانصب فى الدعاء “Jika engkau telah selesai mengerjakan shalat-shalatmu, maka berdoalah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.” Tidak terputus ibadah sampai ajal menjemput. Sebagaimana perkataan Al-Hasan Al-Bashri Rahimahullah. Begitu juga Imam Al-Hasan Al-Bashri dan Imam Qatadah mengatakan فإذا فرغت من الجهاد فانصب في العبادة “Jika engkau telah selesai berjihad masih capek atau mungkin masih luka akan tetapi telah selesai berjihad, maka bangunlah untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.” Mangkanya Imam Ahmad Rahimahullah seorang ulama Islam abad ke-3 Hijriyah dari Baghdad, beliau wafat pada tahun 241 Hijriah. Beliau ditanya “Wahai Imam, kapan ada waktu istirahat di dunia ini?” Maka beliau menjawab عند أول قدم يضعها في الجنة “Istirahat yang hakiki bagi seorang mukmin adalah saat ia meletakkan telapak kaki pertamanya di dalam surgaNya Allah Subhanahu wa Ta’ala.” Maka pada saat itu tidak ada istirahat yang hakiki kecuali di sana. Sedangkan di dunia, penuh dengan kesulitan, penuh dengan ibadah, penuh dengan ketaatan, sampai ajal menjemput. 2. istiqomah adalah perintah Allah Sebab yang kedua, kenapa harus istiqomah setelah bulan Ramadhan? Karena istiqomah adalah perintah Allah dan RasulNya صلوات ربي وسلامه وبركاته عليه. Dan kaidah mengatakan ﺍﻷﺻﻞ ﻓﻲ ﺍﻷﻣﺮ ﻟﻠﻮﺟﻮﺏ “Asal hukum perintah menunjukkan kepada kewajiban.” Dan kewajiban adalah segala sesuatu yang diperintahkan oleh syariat dengan perintah yang keras dan diancam siksa bagi siapa yang meninggalkannya. Maka siapa yang menyimpang, tidak taat, bermaksiat setelah Ramadhan, maka berarti dia tidak istiqomah, berarti dia diancam siksa. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman di dalam surat Hud ayat 112 فَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَمَن تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا… “Maka istiqamahlah terus wahai Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam sebagaimana diperintahkan kepadamu dan juga kepada orang-orang yang bersamamu dan janganlah engkau menyimpang..” Setelah Ramadhan, wajar kalau seandainya di dalam bulan Ramadhan, seseorang khatam sekian kali di dalam bulan Ramadhan dari bacaan Al-Qur’an, wajar kalau seandainya 10 malam terakhir bulan Ramadhan seseorang memperbanyak kualitas dan kuantitas ibadah. Kemudian setelah Ramadhan berkurang itu wajar. Akan tetapi yang tidak wajar adalah benar-benar terputus sampai sekarang hari yang ke-10 dari bulan Syawal. Siapa yang sudah lupa dengan Al-Qur’annya, siapa yang matanya di hari yang ke-10 ini belum juga melihatkan ke dalam mushafnya, maka ini yang tercela. Makanya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda bahwa sebaik-baik amalan adalah أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ “Yang selalu dikerjakan meskipun dia sedikit.” Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman di dalam surat Asy-Syu’ara … فَادْعُ ۖ وَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ… “Maka berdoalah dalam istiqomahlah di dalam berdoa sebagaimana engkau diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.” Bahkan istiqomah adalah diperintah oleh Allah untuk para Nabi. Diantaranya Nabi Musa dan saudaranya Harun Alaihis Salam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman قَالَ قَدْ أُجِيبَت دَّعْوَتُكُمَا فَاسْتَقِيمَا “Sungguh doa kalian berdua wahai Musa dan Harun Alaihis Salam telah dikabulkan oleh Allah, maka beristiqamahlah kalian berdua.” QS. Yunus[10] 89 Wahai kaum muslimin.. Istiqamah ada dua rukun, sebagaimana disebutkan oleh Allah dalam surat Ali-Imran ayat 102. Siapa yang ingin istiqomah, tetapi tidak mengumpulkan dua rukun ini, maka dia tidak akan pernah istiqomah. Yang pertama يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّـهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ ﴿١٠٢﴾ “Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah dengan sebenar-benar takwa, beribadah yang benar sesuai petunjuk Rasul, bukan dengan bid’ah, bukan dengan kesyirikan. Yang kedua, selalu beribadah, jangan sekali-kali kau mati kecuali dalam keadaan beragama Islam.” QS. Ali-Imran[3] 102 Itulah dua rukun istiqomah.. Wahai kaum muslimin.. Keistiqamahan mendatangkan keistimewaan. Yaitu seseorang akan mati di dalam keadaan yang baik. Sebagaimana disebutkan oleh Allah dalam surat Fussilat ayat 30 dan juga surat Al-Ahqaf ayat 13 إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّـهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ ﴿٣٠﴾ “Sesungguhnya orang-orang yang mengucapkan Rabb kami adalah Allah kemudian mereka istiqomah, apa yang terjadi kepada mereka? Saat sakaratul maut sebagian orang tersenyum, kenapa? Karena pada saat itu Malaikat datang kemudian mengatakan وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ “Bergembiralah engkau wahai si mayat yang istiqomah dengan surga yang dijanjikan untuk kalian.” QS. Fussilat[41] 30 3. Kita tidak tahu apakah amal kita diterima oleh Allah atau tidak Jawaban yang ketiga, kenapa harus istiqamah setelah Ramadhan? Karena sebesar apapun amalan yang kita kerjakan, kita tidak mengetahui apakah amal kita diterima oleh Allah. Seberat apapun puasa yang kita lakukan, kita tidak mengetahui amal kita diterima oleh Allah atau tidak atau bahkan dijadikan dalam hadits riwayat Imam Ibnu Khuzaimah رُبَّ صَائِمٍ حَظُّهُ مِنْ صِيَامِهِ الْجُوعُ وَالْعَطَشُ “Berapa banyak orang yang berpuasa bagian dari puasanya cuma lapar dan haus.” Kita tidak tahu apakah khataman Al-Qur’an kita sekitar 5, 4 atau 6 kali ketika bulan Ramadhan terutama 10 hari terakhir bulan Ramadhan diterima atau tidak. Kita tidak tahu apakah membukakan puasa kita berjuta-juta bahkan puluhan juta bahkan ratusan juta membukakan puasa kita diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ingat, amalan diterima atau tidak hanya ada di tangan Allah. Makanya sikap orang-orang shalih dari mulai para Nabi, ulul azmi, mereka kalau sudah beramal, di dalam hati mereka ada rasa takut amal mereka tidak diterima oleh Allah. Dan ini kebiasaan para Nabi, para Rasul dan orang-orang shalih. Lihat Nabi Ibrahim Alaihis Salam, beliau berdoa رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِن ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ ﴿٤٠﴾ “Yaa Allah, jadikan aku dan keturunanku orang-orang yang mendirikan shalat, wahai Rabb kami terima dari kami.” QS. Ibrahim[14] 40 Lihat, minta diterima. Padahal siapa beliau? Khalilullah kekasih Allah terdekat yang pasti amalannya diterima. Akan tetapi tetap minta diterima amal ibadahnya. Beliau juga disebutkan dalam surat dalam surat Al-Baqarah, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ﴿١٢٧﴾ “Dan ingatlah ketika Ibrahim Alaihis Salam dan Ismail Alaihis Salam membangun kembali pondasi Ka’bah yang mau runtuh yang hampir rata dengan tanah” Lihat, amalannya mulia. Membangun Ka’bah di tempat yang mulia di Makkah Al-Mukaromah, dilakukan oleh yang mulia Ibrahim Alaihis Salam dan Ismail Alaihis Salam. Meskipun demikian, masih tetap minta agar diterima amal ibadahnya oleh Allah. Apalagi kita yang tidak ada legalitas sama sekali surga, tidak ada legalitas sama sekali kekasih Allah, tidak ada legalitas sama sekali amalnya bagus, beliau masih minta رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا “Wahai Rabb kami, terima dari kami amal ibadah kami.” Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, orang yang diampuni dosanya baik yang telah lalu maupun yang akan datang, orang yang tidaklah pintu surga dibuka sampai beliau minta dibukakan pintu surga, orang yang merupakan pemimpin anak Adam, beliau masih sempat berdoa رَبِّ تَقَبَّلْ تَوْبَتِي “Yaa Allah, terima dariku taubatku.” HR. Tirmidzi Maka, ini sebab kenapa kita senantiasa beribadah istiqomah di dalam bulan Ramadhan. Karena kita tidak tahu apakah amal ibadah kita yang berkeringat, yang keluar puluhan juta, yang tertetes darah, diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ”Anhu pernah berkata كونوا لقبول العمل أشد اهتماما منكم بالعمل ألم تسمعوا الله عز وجل يقول {إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللَّهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ}. “Jadilah kalian untuk diterimanya amal ibadah lebih perhatian dibandingkan beramal itu sendiri. Jangan pernah ujub, jangan pernah mereka sudah banyak amal, karena hanya hak Allah seseorang diterima amal ibadahnya atau tidak. Allah Subhanahu wa Ta’ala yang pantas menerima apakah amal ibadah tersebut diterima atau tidak, apakah kalian tidak mendengar Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam surah Al-Maidah Sesungguhnya Allah hanya menerima dari orang-orang yang bertakwa.'” Oleh karenanya Bisyr Al-Hafi, seorang ulama tabi’in, beliau berkata ketika ada yang bertanya kepada beliau “Sesungguhnya ada orang-orang yang cuma semangat ibadah di dalam bulan Ramadhan, cuma ke masjid dalam bulan Ramadhan saja, cuma baca Qur’an dalam bulan Ramadhan saja, berjamaah dalam bulan Ramadhan saja” Maka beliau mengatakan بئس القوم قوم يعرفون الله حقًا إلاّ في رمضان “Sungguh buruk suatu kaum yang mengenal hak-hak Allah hanya di dalam bulan Ramadhan saja.” Ahibbati Hafidzakumullahu Ta’ala.. 4. Yang menjadi ukuran adalah akhirnya Sebab yang keempat, kenapa seorang wajib istiqomah setelah bulan Ramadhan? Karena yang menjadi ukuran bagi seorang muslim adalah akhir hidupnya, bukan awal hidupnya. Bagaimana seseorang di akhir hidupnya, apakah dia dalam ibadah atau tidak. Lihat hadits riwayat Imam Tirmidzi, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda إِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِعَبْدٍ خَيْرًا عَسَّلَهُ “Sesungguhnya Allah jika menginginkan untuk seorang hamba kebaikan, Allah akan memaniskan hidupnya.” Para sahabat bertanya وَكَيْفَ يَا رَسُولَ اللَّهِ يُعَسِّلُهُ ؟ “Bagaimana Allah memaniskan hidupnya, wahai Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam?” يُوَفِّقُهُ لِعَمَلٍ صَالِحٍ قَبْلَ مَوْتِهِ “Allah akan memberikan petunjuk kepada orang tersebut untuk beramal ibadah sebelum dia meninggal.” HR. Ath-Thabrani Rasul Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda dalam hadits dari Sahl bin Sa’ad As-Sa’idi, Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda إِنَّ العَبْدَ لَيَعْمَلُ عَمَلَ أَهْلِ النَّارِ وَإِنَّهُ مِنْ أَهْلِ الجَنَّةِ ، وَيَعْمَلُ عَمَلَ أَهْلِ الجَنَّةِ وَإِنَّهُ مِنْ أَهْلِ النَّارِ ، وَإِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالخَوَاتِيمِ “Ada orang yang beramal penghuni neraka tetapi ternyata dia penghuni surga. Ada orang yang beramal penghuni surga tetapi ternyata dia penghuni neraka.” Wahai kaum muslimin, anda tahu hadits ini kenapa keluar seperti itu? Karena ada orang yang berjihad, pemberani, semangat, tetapi ternyata ketika dia luka, maka dia tidak tahan. Akhirnya dia bunuh diri, dia meletakkan ujung pedangnya di tengah-tengah dadanya kemudian ujung pedang tersebut masuk ke dalam punggungnya. Maka perhatikan baik-baik. وَإِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالخَوَاتِيمِ “Sesungguhnya amalan tergantung pada akhirnya.” Ini yang menyebabkan kita senantiasa wajib istiqomah setelah bulan Ramadhan. Khutbah kedua – Kenapa Harus istiqomah Setelah Ramadhan? Wahai kaum muslimin.. Khatib mewasiatkan agar senantiasa bertakwa kepada Allah. Bertakwalah dengan mengerjakan seluruh perintah Allah, bertakwalah dengan menjauhi seluruh larangan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya, “Dan beribadahlah kepada Rabbmu sampai datang kematian.” Video Kenapa Harus istiqomah Setelah Ramadhan? Sumber video Yufid TV – Khutbah Jumat Kenapa Harus Istiqomah Setelah Ramadhan? – Ustadz Ahmad Zainuddin, Lc. Ilustrasi seorang laki-laki mayampaikan kultum tentang istiqamah. Foto Contoh Teks Kultum tentang Istiqamah dalam Mengenal Allah SWTAlhamdulillah, syukur yang tiada terkira kita panjatkan ke hadirat Allah subhanahu wata’ala sebab atas ridha dan rahmat-Nya kita bisa berkumpul di tempat yang tempat ini untuk lebih mengenal Allah SWT. Bukan untuk mengetahui siapa Allah, namun kita memiliki tugas untuk lebih dekat dengan-Nya, yakni dengan cara beratnya istiqomah. Meskipun tahu akhirat adalah kehidupan abadi dan masa depan hakiki, kita kerap tertipu dengan dunia. Kita sering kecanduan dengan kesenangan bagaimana cara untuk istiqamah untuk bisa mengenal Allah?Pertama, berdoa agar hati kita tetap istiqamah dan tidak mudah berubah. Di antara doanya,يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَArtinya, “Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu” HR at-Tirmidzi.Kedua, berkumpul dengan orang-orang yang saleh yang mengantarkan pada kebaikan.‎وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Rabbnya di pagi dan senja hari dengan mengharap wajah-Nya.” QS al-Kahfi 28Ayat ini menyimpan makna agar kita senantiasa bersama orang-orang yang saleh sebab membersamai mereka bukan hanya bisa menenangkan hati namun juga mendorong diri untuk selalu berbuat berusaha beribadah terus-menerus walaupun hanya sedikit, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam,أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّArtinya, “Amalan yang paling dicintai di sisi Allah ta’ala adalah amalan yang dilakukan secara terus-menrus dawam walau jumlahnya sedikit.” Muttafaqun AlaihMenyadari bahwa dunia adalah kehidupan sementara dan kesenangan menipu, membuat kita berhati-hati. Ketika muncul godaan, kita sadar itu adalah tipuan yang bisa menjauhkan kita dari istiqamah. Maka kita pun segera kembali dalam mengenal Allah menyampaikan kultum dengan tema istiqamah. Foto adalah luzum tha’atillah konsisten dalam ketaatan dan kepatuhan kepada Allah ta’ala. Orang yang istiqamah adalah orang yang senantiasa konsisten taat kepada Allah, melaksanakan segenap kewajiban dan meninggalkan berbagai perkara yang berhasil istiqamah dalam kataatan kepada Allah, maka surga-lah tempatnya di akhirat. Allah ta’ala berfirmanإِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَArtinya, “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, Tuhan kami ialah Allah’, kemudian mereka istiqamah, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan, Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih, dan gembirakanlah mereka dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu’,” QS Fushshilat 30Firman Allah “Kemudian mereka istiqamah” dalam ayat tersebut, menurut Abu Bakar bermakna, “Mereka tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apa pun.” Menurut Ibnu Abbas, “Mereka konsisten dalam melaksanakan kewajiban.” Sementara kata Qatadah, “Istiqamah dalam ketaatan kepada Allah.”Allah juga memerintahkan Nabi-Nya untuk Istiqamahفَلِذَلِكَ فَادْعُ وَاسْتَقِمْ كَمَا أُمِرْتَ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْMaknanya “Maka karena itu serulah mereka kepada agama ini dan istiqamahlah sebagaimana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka" QS asy-Syura 15Salah seorang sahabat pernah berkata kepada Nabi, “Wahai Rasulullah, katakan kepadaku tentang Islam sebuah perkataan sehingga aku tidak perlu bertanya lagi kepada siapa pun setelahnya.” Rasulullah menjawabقُلْ آمَنْتُ بِاللهِ ثُمَّ اسْتَقِمْArtinya, “Katakanlah aku beriman kepada Allah, kemudian istiqamahlah” HR. MuslimIstiqamah adalah salah satu tonggak yang sangat penting bagi sebuah bangsa atau umat agar bisa berjaya, menempati posisi yang mulia dan memimpin lajunya peradaban dunia. Suatu umat atau sebuah bangsa yang kehilangan permata istiqamah ini akan kehilangan arah dan mudah dikalahkan oleh musuh-musuhnya. Karena dengan hilangnya istiqamah, moral akan rusak, perbuatan keji dan hina akan menyebar, kerusakan akan merajalela, kekacauan akan merata dan umat akan dihantui oleh rasa hasud, dengki dan istiqamah akan memberikan buah yang manis di tengah-tengah umat yang berpegang teguh dengannya. Seorang warga atau individu yang istiqamah akan hidup tenang, damai, taat dan tunduk kepada Allah, tidak menyakiti orang lain, bersabar ketika disakiti orang lain, selalu berperan serta dalam melakukan perbaikan-perbaikan di tengah masyarakat dan membimbing orang yang tersesat ke jalan yang kita selalu istiqamah di jalan Allah meski zaman berubah, walaupun tahun telah berganti. Kita manfaatkan masa-masa hidup yang sementara ini untuk taat kepada Allah. Kehidupan kita di dunia ini adalah nikmat yang harus disyukuri dengan berupaya meraih kebaikan dunia dan diberi amanah berupa nikmat waktu, agar kita beramal tanpa ditunda-tunda lagi, tanpa kebingungan dan kehilangan arah. Hari-hari kita hidup di dunia, itulah umur kita. Orang yang tidak memanfaatkan umurnya maka umur itu yang akan melindasnya tanpa ia bisa meraih apa pun dari kehidupan yang fana ini. Al-Hasan al-Bashri pernah mengatakanابْنَ آدَمَ، إِنَّمَا أَنْتَ أَيَّامٌ، كُلَّمَا ذَهَبَ يَوْمٌ، ذَهَبَ بَعْضُكَ“Wahai manusia, engkau tidak lain adalah hari-hari yang terus berjalan, setiap lewat suatu hari maka sebagian dari dirimu telah hilang dan lenyap.”Bahkan al-Khalil bin Ahmad al-Farahidi sangat menyayangkan waktu yang berlalu begitu saja hanya untuk makan. Ia mengatakan“Waktu yang sangat aku sayangkan pergi begitu saja adalah saat aku makan.”Kita mungkin tidak bisa mencapai tingkatan beliau. Tapi setidaknya apa yang beliau sampaikan menjadi cambuk bagi kita untuk selalu memanfaatkan waktu dengan kita terus istiqamah. Kita rawat dan jaga keimanan kita dari hal-hal yang merusak dan memutuskannya. Kita konsisten dalam taat kepada Allah. Ketaatan kepada Allah adalah cahaya di alam kubur, penyelamat di atas jembatan shirath di hari kemudian dan keberuntungan di hari kebangkitan. Kumpulan Contoh Ceramah - Ceramah merupakan jenis keterampilan lisan atau yang lebih dikenal dengan istilah public umum, ceramah, khotbah, dan sambutan sama,sama berbicara di depan umum untuk memaparkan, menjelaskan gagasan, pikiran, atau informasi kepada pendengar yang bersifat merupakan jenis keterampilan berkomunikasi lisan. Hal tersebut dapat dinyatakan dengan keterbiasaan ceramah yang dilakukan dengan cara penyampaian bukan berarti informasi yang disampaikan dengan metode ceramah hanya bisa disampaikan dengan lisan, terdapat juga ceramah yang dituangkan dalam bentuk tulisan atau disebut dengan teks CeramahPenyampaian sebuah ceramah memiliki tujuan, adapun tujuan dari ceramah tersebut adalah sebagai berikutInformatif, yaitu ceramah bertujuan untuk memberikan informasi kepada pendengar agar mengenal suatu hal dan mampu memahami dari apa yang yaitu ceramah bertujuan untuk mengajak para pendengar supaya mengikuti apa yang telah disampaikan dalam yaitu ceramah bertujuan untuk meyakinkan para pendengar mengenai suatu yaitu ceramah bertujuan untuk menghibur atau membuat gembira para pendengar agar merasa puas dan yaitu ceramah bertujuan untuk menceritakan suatu hal kepada Perlu Banyak Basa Basi silahkan Simak Contoh Ceramah di Bawah Ini . Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.. اَلْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ اْلعَاَلَمِيْنَ . وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَي أُمُوْرِا لدُّ نْيَا وَا لدِّ يْنٍ . وَعَلَيْ آ لِهٍ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ "ALHAMDU LILLAHI RABBIL'ALAMIN WABIHI NASTA'INU'ALA UMURID DUNYA WADDIN WA'ALA ALIHI WASHAHBIHI AJMA'IN"Hadirin Rahimakumullah Yang saya hormati teman-teman dan hadirin semua. Marilah kita bersama – sama panjatkan puja, puji, dan syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Semesta Alam karena atas berkah, rahmat dan hidayahnya kita semua dapat berkumpul di tepat yang Insya Allah mulia ini Shalawat dan salam semoga tercurah limpahkan ke pada junjungan kita – manusia terbaik sepanjang zaman yakni besar Nabi Muhammad SAW beserta seluruh keluarga dan sahabatnya. Semoga kita semua kelak mendapatkan syafaatnya. Aamiin Hadirin Rahimakumullah Pada kesempatan kali ini izinkanlah saya menyampaikan sedikit ilmu tentang istiqomah. Barang kali kita tidak asing dengan istilah yang satu ini, orang sering berharap agar dia menjadi orang yang istiqomah dalam beribadah kepada-Nya. Nampaknya kata yang mudah diucapkan ini tidak semudah dalam pelaksanaannya. Untuk itu tak aneh jika sebagian besar orang mengharapkan sikap ini menjadi bagian dari kepribadiannya. Lalu apa sebenarnya istiqomah itu? Istiqomah artinya lurus, teguh dan kukuh. Lurus dalam mengarahkan kiblat hati kepada Allah Swt.; Teguh dalam memegang keyakinan untuk menerima kebenaran ajaran islam. Dan kukuh dalam mengaplikasikan ajaran agama dalam wujud ketaatan dengan menjalankan kewajiban dan menjauhi semua larangan. Dikatakan bahwa dalam sehari semalam, seorang muslim minimal 17 kali memanjatkan permohonan kepada Allah Swt. ketika ia sedang melaksanakan shalat Wahai Allah, bimbinglah kami untuk senantiasa bersikap istiqomah. QS. Al-Fatihah 6 Singkatnya istiqomah mencakup tiga hal yaitu lurus, teguh dan kukuh. Lurus mengisyaratkan sebuah jalan kehidupan yang benar yakni jalan menuju Allah Swt, kemudian teguh mengisyaratkan kemantapan hati untuk berada selamanya dalam jalan kebenaran yang ditempuh dan terakhir kukuh mensyaratkan pengamalan sepenuh hati untuk menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Jadi mereka yang istiqomah adalah mereka yang mampu memegang teguh kebenaran agama yang dibuktikan dengan taat menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Saudaraku, tentunya bukan hal yang mudah untuk menjadi mukmin yang istiqomah. Tak jarang, godaan setan yang terkutuk selalu menjadi benalu dalam proses mengistiqomahkan diri sehingga manusia tergelincir dalam kubangan dosa lagi dan lagi. Untuk itu kita perlu waspada terhadap segala bentuk godaan setan yang menjerumuskan kita untuk menanggalkan sifat mulia ini. Sikap istiqomah ini dapat membuat seseorang memperoleh ketenangan, ketentraman, kedamaian, perlindungan dan kebahagiaan baik di dunia maupun di akhirat. allah Swt. berfirman,’’ Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan,’’ Tuhan kami ialah Allah’ kemudian mereka istiqomah dengan perkataan mereka, maka para malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan ’’ janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih ! Dan bergembiralah kamu dengan memperoleh surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu. Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat. Di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh pula apa yang kamu minta. Sebagai hidangan bagimu dari Tuhan yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,’’ QS. Fushshilat 30-32. Meskipun menjadi mukmin yang istiqomah bukanlah perkara yang mudah tapi Allah memberikan hadiah yang luar biasa kepada hamba-Nya yang berhasil menjadi mukmin yang istiqomah dalam memegang teguh buhul tali agama. Dan jika dicermati mungkin saja usaha kita untuk menjadi mukmin yang istiqomah tak pernah sebanding dengan hadiah yang diberikan-Nya. Akan membahagiakan sekali jika kita semua tergolong mukmin yang istiqomah, tentunya bukan perihal yang mudah tapi juga bukan perihal yang tidak mungkin. Untuk itu marilah kita bersama-sama menuju jalan kebaikan dan jalan kebenaran setelah itu marilah kita beristiqomah pada keduanya. Meskipun sulit dan mungkin akan terjatuh ribuan kali tapi tetaplah memohon kepadanya agar kita dijadikan mukmin yang istiqomah di jalan-Nya. Barangkali demikianlah yang dapat saya sampaikan, kurang dan lebihnya mohon dimaklumi dan dimaafkan. Billahi Taufik Wal Hidayah Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh lah beberapa contoh Teks ceramah singkat berikut berisi kumpulan ceramah singkat tentang sabar, syukur, dan masih banyak lagi untuk mempersiapkan ceramah yang keseluruhan ceramah, khotbah dan sambutan merupakan salah satu bentuk dari pidato didepan umum. Jadi, ketiganya masuk kedalam jenis pidato, 8+ Contoh Ceramah Singkat, Kejujuran, Sabar, Syukur , Struktur Teks Ceramah dan Kaidah Kebahasaan Teks. Contoh teks ceramah umum, literasi, pendidikan, narkoba dipaparkan secara singkat namun tetap menggunakan struktur dan kaidah. Teks Ceramah - Bahasa Indonesia Kelas 11 ,12+ Contoh Teks Ceramah Tentang Ibu, Ilmu, Sabar, Sholat. Cari contoh ceramah? Lihat lebih dari 25 contoh teks ceramah singkat ✅ umum ✅ agama Islam lucu ✅ beserta strukturnya ✅ hanya di sini!, contoh ceramah singkat tentang pendidikan,contoh ceramah singkat tentang pergaulan bebas,contoh ceramah tentang hari kiamat,contoh teks ceramah singkat beserta strukturnya,teks ceramah lucu,ceramah singkat tentang ilmu,teks ceramah agama islam tentang kejujuran,contoh ceramah singkat di tv,24 Contoh Ceramah Singkat Agama Tentang Ibu, Sholat, Teks Ceramah Lucu Agar Jamaah Tak Merasa Bosan, Pesan, 6+ Contoh Teks Ceramah Singkat Umum, Sholat, Sabar, Contoh Ceramah Singkat

teks ceramah agama tentang istiqomah